Selasa, 29 April 2014

Sudahlah, Lupakanlah, Lepaskanlah


Ayupria

. . . "Apologizing doesnt always mean you are wrong and the other person is right, it just mean you value your relationship more than your ego" . . .

Sudahlah, lupakanlah dan lepaskanlah semua yang memberatkanmu. Untuk apa terus disimpan, toh tidak akan menjadi emas bukan? Semua adalah pilihan, tentram atau tidaknya hatimu, kamu sendiri yang menentukan. Senyum itu akan tetap ditempatnya atau tidak juga pilihanmu untuk mengaturnya. Tapi ingat, semua pilihan pasti ada pertanggungjawabannya kelak.

Luka hati, memang perih, sakit. Terkadang dahsyat sekali sakitnya sampai-sampai ada yang tidak bisa move on. Tapi semua itu tergantung kitanya kok, bagaimana kita memanage hati yang cuma satu ini. Apakah kita memilih memaafkan kemudian melupakannya ataukah luka itu akan terus kita simpan, terus kita ingat dan merongrong kesehatan kita. Sudahlah, lebih baik lupakanlah. Banyak dari kita yang mengatakan kalau teori memang mudah, tapi melakukannya sulit. Bagi yang berfikir begitu, hey, bacalah sebentar.

Sebagai manusia biasa, saya juga pernah mengalami hal yang sama. Pernah mengatakan hal yang sama ketika saya dinasehati. Sampai suatu saat saya menyadari bahwa tidak ada yang rugi atas kebecian ini selain diri saya sendiri. Saya lelah menyimpan luka bertahun-tahun, akhirnya saya pilih melepaskannya. Biar itu menjadi urusan Tuhan saya dan dia yang menyakiti saya, saya sudah maafkan, masalah antara saya dengan mereka sudah selesai. Saya merasa lebih ringan, merasa hidup kembali dan merasa lebih baik.  Sejak saat itu, saya terus melatih diri saya, untuk tidak merespon semua pancingan-pancingan emosi yang ditujukan kepada saya. Saya pikir, tidak ada untungnya saya menanggapi semua itu. Ketika saya tidak dihargai, saya akan mengatakannya berharap mungkin orang itu mengerti dan tidak mengulanginya, namun jika terus saja kejadian itu terulang, lupakan. Pergi saja menjauh daripada terus menjadi objek intimidasi dan semacamnya. Masih banyak kok yang masih bisa diajak bicara. Ketika ada orang sombong di depan kita, ikuti saja alur sombongnya, kalau perlu berikan service terbaik yang kita bisa, karena orang yang sombong mudah sekali tergelincir jadi tolonglah mereka. Lain lagi menghadapi orang yang selalu mengelu-elukan jasanya, beri saja apa yang dia mau, pujian kan? Berikan dan selesai. Tak perlu memasukkannya ke dalam hati.

Memang ada benarnya apa yang dikatakan orang tua jaman dulu, tua itu pasti tapi dewasa itu adalah pilihan. Dewasa itu tidak menunggu hidayah, tidak menunggu umur dan tidak menunggu hingga tua. Dewasa akan datang ketika kita mau. 


picture: anismelon

Kamis, 17 April 2014

Peluang Kesembuhan untuk Penderita Kanker yang Sering Disembunyikan Dokter



Ayupria

Seiring berkembangnya jaman, manusia semakin cerdas menemukan hal-hal baru untuk menopang hidup mereka. Asas pokok seperti pangan juga telah bergeser jauh dari sekedar untuk bertahan hidup menjadi sebuah gengsi. Seseorang dapat dikatakan mampu dan memiliki gengsi yang tinggi apabila dia telah menikmati masakan mahal dan berkelas, bercita rasa tinggi serta memiliki nilai gengsi yang tinggi pula. Namun tahukah anda, sejalan dengan nilai gengsi makanan anda maka akan semakin naik pula gengsi resiko penyakit anda. Sebagai contoh, seseorang yang hidup miskin yang hanya makan tahu tempe atau telur seminggu sekali jelas akan berbeda kondisi kesehatannya dengan seseorang yang pagi makan nasi goreng kambing, siang rendang sore sate, iga panggang dan sebagainya. Tentu pertimbangan ini dengan mengabaikan riwayat penyakit dan faktor olahraga. Seseorang yang hanya makan sayuran, tahu tempe paling jauh dia hanya akan terserang penyakit biasa yang obatnya bertebaran seperti jamur di apotik, dengan harga murah pula. Sebaliknya, pola makan kedua, resiko penyakit yang mengancam seperti kolesterol, jantung, stroke, kanker, diabetes dll. Nah kalau sudah begini, pengobatannya juga jelas bergengsi. Si penderita perlu merogoh kocek yang sangat dalam demi membeli obat-obat an hingga terapi untuk penyembuhan.

Dalam artikel ini, saya tidak ingin membahas semua penyakit yang saya sebutkan tadi. Saya hanya ingin mengulas satu yakni kanker. Kenapa? karena saya ingin berbagi pengalaman dengan penderita lain, dimana mungkin penderita lain tidak se beruntung saya karena mendapatkan dokter yang bijak. Eh jangan salah loh, bukan maksud saya menjelek-jelekkan dokter loh. Saya tahu, masuk dokter itu susah, biayanya juga tidak murah, sudah barang tentu mereka semua cerdas. Namun ada yang lebih cerdas dan lebih bijak.

Daripada bertele-tele, sebaiknya langsung saja saya jelaskan beberapa hal yang mungkin bisa membantu meringankan atau bahkan menyembuhkan sama sekali para penderita kanker.

Kanker adalah sel yang hidup di dalam tubuh. Awalnya mungkin sel biasa yang kemudian bermutasi menjadi pertumbuhannya tidak terkendali. Penyebabnya macam-macam, ada yang disebabkan oleh virus, genetik, hormon hingga pengaruh obat-obatan dan zat karsinogenik. Nah karena sel kanker ini berarti kan sel hidup, berarti dia butuh sesuatu untuk menopang hidupnya kan? secara mudahnya, setiap sel yang hidup membutuhkan nutrisi atau makanan untuk hidup, tubuh kita inangnya tapi apa yang diambil dari inang itu? jika sel kanker itu hidup, berati dia bisa mati?jawabannya BISA.

Awalnya dokter saya hanya menyarankan kepada saya untuk mencoba karena belum diteliti lebih lanjut keberhasilannya, hitung-hitung mencoba tidak ada ruginya, toh ini bukan bahan kimia dan enteng pula caranya, jika tidak berhasil pun tidak menyebabkan efek samping katanya. Lalu saya mulai menerapkannya.

1 . Pertama, kurangi konsumsi gula, turunan gula atau sama sekali tidak mengkonsumsi gula. Gula merupakan makanan pokok sel kanker, kurangi nasi putih, makanan yang mengandung pemanis buatan, serta jangan coba-coba memakai pemanis dari jagung yang dikatakan sehat. Perlu diketahui bahwa pemanis yang konon dikatakan sebagai pemanis paling sehat itu justru pestisida yang di indahkan namanya untuk menarik pembeli. Jika memang ingin menambahkan rasa manis, pakailah madu. Karena saya kebetulan seorang muslim, saya mempercayai apa yang telah Allah SWT katakan melalui firmannya bahwa di dalam madu terdapat obat segala penyakit kecuali kematian. pilihlah madu yang paling sedikit kadar airnya tanpa campuran gula. Jika ingin mengkonsumsi makanan manis tanpa gula, bisa dengan mengkonsumsi buah-buahan segar atau kurma.

2 . Kedua, makanlah makanan yang bersifat basa dalam tubuh. Karena kondisi tubuh yang basa akan membantu meningkatkan kekebalan tubuh serta memproduksi obat alami untuk tubuh. Serta hindari makanan yang bersifat asam dalam tubuh. Ingat, makanan yang bersifat asam belum tentu masam rasanya. Lemon contohnya, rasanya masam namun menjadi basa kuat dalam tubuh ketika dikonsumsi. Itulah mengapa mengkonsumsi lemon sangat dianjurkan. Berikut tabel makanan yang bersifat asam dan basa.
  
Selain makanan tersebut, ada satu makanan yang tidak boleh anda lewatkan. Pete, yap pete. Pete yang anda konsumsi akan membantu proses penyembuhan karena kandungannya yang unik. 

3 . Berolahragalah yang cukup, hindari stres, sedih, menangis serta hal-hal emosional yang memungkinkan ketidakseimbangan hormon. Meditasi adalah yang terbaik untuk menyeimbangkan kembali kondisi psikis serta hormon dalam tubuh. Anda bisa mencoba meditasi dengan pernafasan, atau jika anda masih mampu bergerak, cobalah taichi atau Qi Gong. Anda dapat menanyakannya kepada rumah sakit tempat anda berobat apakah rumah sakit menyediakan fasilitas tersebut. Kebetulan di kota saya ada banyak rumah sakit yang menyediakannya.  Jika anda muslim, sholat adalah yang terbaik, karena gerakan sholat merupakan gerakan terbaik sekaligus penyembuh jika dilakukan secara khusuk dan benar. Karena sholat menggabungkan dua elemen, gerakan serta meditasi. 

4 . Rajinlah mengkonsumsi minyak zaitun dan madu setiap bangun pagi dan menjelang tidur. Minum satu sendok madu dengan segelas air lalu tutup dengan satu sendok minyak zaitun extra virgin. Perlu menjadi catatan bahwa jangan mengkonsumsi apapun selama 30 menit setelah mengkonsumsi zaitun. Penjelasannya adalah, madu merupakan antibiotik alami yang dapat membantu tubuh menyembuhkan penyakit. ketika sel-sel dalam tubuh tersebut disembuhkan, maka dilapisi lah oleh minyak zaitun tadi agar luka yang sedang disembuhkan tidak terkena air atau makanan lain, itu sebabnya juga bahwa terapi ini juga sangat bagus untuk penderita lambung dan masalah pencernaan. Selain itu, minyak zaitun memiliki antioksidan yang sangat tinggi, perlu diingat bahwa minyak zaitun yang anda konsumsi secara langsung haruslah Extra Virgin Olive Oil. 

5 .  Konsumsi kunyit yang diperas sendiri setiap hari. Sudah bukan rahasia lagi kalau kunyit merupakan penghalang bagi kanker untuk mendapatkan makanannya. Kanker tanpa makanan akan kering dan mati dengan sendirinya.

6 . Berdoalah kepada Tuhan, dan bentuk kepercayaan diri bahwa tidak ada penyakit yang tidak dapat disembuhkan.

Sekali lagi saya tidak ingin memprovokasi para pasien untuk tidak melakukan kemoterapi dan teman-temannya itu. Namun saya percaya bahwa isi kepala anda persis seperti isi kepala saya dan kebanyakan penderita kanker lainnya. Kemoterapi justru menambah parah, menimbulkan efek samping, menghabiskan uang padahal tingkat keberhasilannya rendah sekali. Tetap konsumsi obat yang disarankan dokter namun aktif lah bertanya obat-obat an yang diberikan kepada anda itu apa fungsinya, atau sesekali cobalah bergoogling ria untuk mengeceknya. Karena saat ini banyak sekali dokter yang hanya tahu meresepkan namun tidak tahu apa sebenarnya kandungan dan fungsi obat tersebut. Beruntung dokter saya selalu mengingatkan bahwa dia tidak ingin membebani pasiennya yang sudah sakit dengan banyaknya obat-obatan kimia. Sudah sakit, ditambah sakit dengan banyaknya bahan kimia yang masuk justru akan membebani hati, jantung serta ginjal penderita. Salah-salah bukannya sembuh malah komplikasi. Berawal dari sinilah kemudian saya ingin share pengalaman saya kepada siapapun yang bersedia meluangkan waktunya membaca blog saya.


untuk tambahan bacaan, silahkan buka artikel tetangga saya: 

http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2013/10/25/strategi-produsen-besar-obat-farmasi-604863.html
http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2013/08/12/penipuan-oleh-pabrik-obat-farmasi-583654.html
http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2013/08/13/sistem-pendidikan-dokter-harus-diubah-583921.html

Rabu, 16 April 2014

Saat Sakit, Saatnya Kadar Cinta Pasangan Diuji


Ayupria

Pernahkah ada yang mendengar jika wanita diberi kekuatan dalam setiap sentuhannya? Kekuatan dalam hatinya? Dokter mujarab untuk pasangannya, anak-anaknya, cucu-cucunya. Yap, wanita memang memilikinya, sentuhan ajaib yang menenangkan dan menentramkan. Menyembuhkan atau minimal mengurangi rasa sakit karena kasihnya, karenanya tidak pantas disebut wanita jika ada seorang wanita yang tidak memiliki insting seperti ini. Nah, bagaimana jika sebaliknya? Si wanitalah yang sekarat, disinilah kekuatan cinta diuji.

Bukan sesuatu yang asing ketika kita mendengar seorang suami menikah lagi ketika istrinya sedang sekarat menanti maut. Fenomena seperti ini sepertinya memang marak terjadi bukan hanya di negeri ini. Wanita seperti sampah yang merepotkan bagi mereka yang tidak benar-benar menyayangi. Wanita hanya dihadirkan disaat dia masih menyenangkan, dipuja saat dia masih cantik, sehat dan bermanfaat. Dijadikan penopang untuk menguatkan lelakinya disaat lelaki terpuruk, namun kebanyakan lelaki meninggalkan pasangannya ketika mereka merepotkan dan tak bermanfaat lagi.

Saya bersyukur memiliki kekasih yang sangat mencintai saya ketika saya terpuruk. Yap, saya adalah penderita kelainan endometrium, dimana pertumbuhan sel endometrium saya abnormal dan beranjak mengganas karena sudah mulai tumbuh ke luar rahim hingga melukai sel di sekitarnya,tidak perlu saya ceritakan penyakit apa itu, yang jelas saya tetap merasa bersyukur karenanya. Lesi endometrium saya hampir menginjak stadium 2, karenanya dokter mengganti obat saya dengan progestin turunan yang lebih efektif. Dokter menawarkan apakah saya akan segera menikah dan memiliki anak sehingga proses operasi dapat segera dilangsungkan bersama persalinan plus selama saya hamil saya akan terbebas dari paparan estrogen, atau saya memilih jalan operasi pengangkatan lesi sebelum menikah. Berulang kali saya drop, demam karena infeksi dari lesi yang melukai sel lain. Namun saya tetap berusaha bertahan, saya tidak ingin membuat khawatir orang-orang disekeliling saya. Sampai akhirnya suatu hari saya pingsan di jalan, tepat di parkiran RS bersama teman saya, saat itu saya benar-benar sudah tidak tahan sehingga saya minta teman saya mengantar saya ke RS, sampai disana dalam keadaan setengah sadar saya sempat di oksigen dan diberi suntikan entah apa itu, namun mengingat uang di dompet saya hanya beberapa rupiah, saya pun memutuskan untuk pulang dengan mengatakan bahwa saya sudah enakkan.

Disaat seperti ini, saya tahu saya merepotkan dan saya tidak bermanfaat, tidak produktif. Tapi semua itu saya tepis jauh-jauh. Saya tidak ingin pikiran-pikiran negatif memenuhi ruang kepala saya, saya tahu saya masih kuat dan saya bisa. Alhamdulilah kekasih saya tidak pernah merasa direpoti oleh saya, saya tahu saya merepotkan namun tidak pernah terucap sekalipun dari mulutnya kalau saya merepotkan. Dan bagi para pembaca yang kebetulan membaca tulisan saya ini, sedikit nasehat yang mungkin bisa membantu kesembuhan orang yang sedang sakit :

Setiap orang sakit tahu dan sadar jika dirinya merepotkan, namun jangan pernah mengatakannya kepadanya. Tahukah kalian mengapa saat ini banyak didirikan komunitas-komunitas untuk orang sakit? tidak lain tidak bukan ya karena untuk membesarkan hatinya, sesakit apapun manusia, jika hatinya senang, tentram sedikit banyak akan berpengaruh terhadap kesembuhannya. Saya ingat kata dr.Yani, orang sakit itu ada tiga hal yang menyebabkannya, sedih, obat dan keturunan. Seseorang yang sedang sakit otomatis hormonnya tidak terkontrol, ketika kita sedih, hormon menjadi tidak seimbang sehingga dapat memperparah atau menambah jumlah virus karena kekebalan menjadi turun, maka jagalah perasaan orang sakit. Kedua, obat, bukan rahasia umum jika obat mengandung bahan kimia yang dapat menjadi pencetus sakit. ketiga adalah keturunan, ada beberapa penyakit yang memang telah diwariskan dari orang-orang terdahulu yang masih berhubungan keluarga.

Tidak semua orang memilik sifat "ndableg" atau dalam bahasa indonesia cuek, acuh ketika dia dikata-katai ketika sedang sakit. Bahkan seseorang yang ndableg pun lama-lama dapat turun kualitas ndablegnya dan menjadi sensitif ketika seseorang yang diharapkannya untuk membantu berbagi sakitnya berbalik melukainya.

Aku berterima kasih untuk kekasihku tercinta, yang selalu ada ketika aku butuhkan, selalu bersedia menjadi tempatku berbagi, berkeluh kesah, tidak pernah mengeluh dalam merawatku, tidak pernah lelah dalam menanyakan keadaanku, selalu memberikan perhatian besar untukku, tidak pernah meninggalkanku meski tahu keadaanku, dan selalu mendukungku untuk sembuh. Untukmu, semoga Tuhan membalas semua kebaikanmu. Aku tahu aku merepotkanmu sayang, tapi tak pernah sekalipun kudengar kata itu terlontar dari mulut manismu, I Love You.


Selasa, 15 April 2014

Ada Bekicot, Ucapkan Selamat Tinggal Pada Perawatan Mahal

Ayupria

Bekicot?
Mendengar namanya saja sudah jijik. Itu adalah respon pertama setiap orang yang mendengar kata itu. Tapi tahukah kalian guys, kalau lendir bekicot itu jauh lebih tokcer daripada essence atau krim dokter manapun, karena sifatnya yang alami sehingga tidak ada efek samping yang akan diterima si pengguna siput manis ini. Beberapa spa di kota saya juga sudah ada yang menggunakan metode lendir bekicot sebagai rangkaian perawatan yang ditawarkan. Namun jangan kaget ya guys, harganya tentu tidak murah.

Nah, daripada datang ke spa-spa mahal alangkah baiknya kita coba sendiri dirumah. Siapkan bekicot yang akan kita gunakan, jaga agar siput ini tetap hidup. Cuci bersih lalu siapkan tempat sepeti piring yang lebar, letakkan si bekicot ini diatasnya, biarkan dia keluar dari cangkangnya dan berjalan ke luar piring karena otomatis lendirnya akan tertinggal di piring tersebut, oleskan lendir bekicot ke wajah yang telah dibersihkan. tunggu beberapa saat hingga kering lalu bilas dengan air.

Guys, pasti masih pada bingung kan, kenapa kok mesti repot-repot menggunakan lendir bekicot. Dulu sewaktu saya SMA, saya pernah melakukan penelitian ilmiah terhadap lendir bekicot, kemampuannya dalam meregenerasi kulit, dari yang sedang hingga parah. dari yang luka kecil hingga bekas luka yang telah membentuk jaringan parut, hasilnya positif, semua dapat diatasi dengan pemakaian lendir bekicot secara rutin. Lendir bekicot mampu mengembalikan kondisi kulit ke keadaan semula, meratakan warna kulit, mengencangkan plus mengobati luka maupun bekas luka pada kulit.

Selamat mencoba yah


gambar diambil dari : http://thebookofyhan.blogspot.com/2013/06/peluang-usaha-budidaya-ternak-bekicot.html

Nino, Si Psikolog Lansia Terhebat Sepanjang Masa




Ayupria

Aku tidak tahu apakah yang aku tulis ini memang benar ada kaitannya ataukah memang hanya kebetulan dan keajaiban yang terjadi di dalam keluargaku. Aku tidak bermaksud untuk membuat para pembaca tulisanku mengikuti apa yang telah aku lakukan, namun aku berharap kalian mencobanya, setidaknya beberapa saat sampai kalian merasa bosan dan membuangnya.
Apakah kalian memiliki seorang kakek atau nenek yang sudah lanjut usia? Pikun, emosional serta berbagai permasalahan seputar lansia? Ya aku punya. Aku memiliki seorang kakek yang sudah sangat sepuh sekali, tahun ini kalau tidak salah tahun 103 beliau hidup di dunia ini. Meskipun sudah sepuh sekali, namun secara fisik tidak ada perubahan yang berarti, gigi masih utuh, badan juga masih tegak, hanya saja kekuataannya mungkin sudah banyak berkurang.
Awalnya, kakekku senang sekali marah. Pemarah tingkat akut kalau aku boleh berkata. Tensinya kala itu hampir 200. Darah tinggi, rawan stroke dan masih suka berjalan kesana kemari,  otomatis pada suatu hari jatuhlah beliau, sakit. Tapi sepertinya kakekku ini tipe kakek yang tidak mau menerima kenyataan kalau beliau sudah sepuh. Kalau dibilangin ngeyelnya minta ampun, kelakuannya sudah berubah seperti anak kecil lagi. Kalau tidak dituruti marah, makan tidak enak dilempar piringnya, kalau ada kemauan harus. Kebetulan kakekku ini tinggal dengan Ibuku, anak-anaknya yang lain tidak begitu peduli dengannya, cuma Ibuku dan aku yang setia merawatnya. Ada yang berdalih karena ribet, simbah cerewet, ngrepotin, takut ilang, jijik dsb. Padahal di usia senja seperti ini beliau butuh dukungan dari anak cucunya. Namun jangankan anak, pengen nyayang cucunya saja cucunya pada jijik semua, yang pesinglah apalah. Mungkin beliau jadi frustasi atau apa aku tidak tahu.
Sejak itulah, ibuku dan kakekku sering bertengkar, rumah seperti neraka. Ibuku kesal karena kakek tak pengertian. Sudah diurusi, masih suka marah-marah bahkan memukul pakai tongkatnya jika permintaannya tidak dituruti. Kakek kalau sakit pasti tensinya naik, berobat lagi berobat lagi, padahal kalau sakit siapa juga yang mengobati, dan bla bla bla.
Namun semua itu kini berakhir..
Semua kejadian-kejadian buruk, pertengkaran, rasa frustasi bahkan putus asa, END.
Aku berinisiatif memelihara seekor kucing peranakan angora jawa, berbulu abu-abu terang kea rah biru. Matanya cantik, cerdas dan manja. Namanya Nino. Nino kucing yang pintar, cepat sekali diajari dan seperti mengerti bahasa manusia. Kebetulan di rumah banyak sekali tikus, Satu waktu Ibuku bilang ke si Nino “Kamu dikasih makan buat cari tikus, sana cari tikus, tapi jangan dimakan, dibunuh aja.” “miauw” kata nino. Besoknya, saat pagi-pagi Ibuku bangun terkaget-kaget ada bangkai tikus di kasur disebelahnya ada Nino, ternyata Nino mau pamer kalau dia berhasil menangkap tikus. Ada lagi yang lucu dari Nino, kalau dia sedang lapar, didorong-dorong dan diseret-seretnya tempat makannya kemudian ditunjukkin ke aku, Ibuku atau kakekku. Kakekku yang dulunya tidak suka kucing pun mendadak jadi suka. Katanya Nino itu manis, tidak mau mencuri kalau tidak dikasih, mau nungguin orang makan tanpa mengganggunya. Dan suka bermanja-manja ria sama kakekku mulai dari mengendus, mencium, dan mijit-mijit kecil. Nino tidur pun sama kakekku karena kalau tidur sama ibuku pastilah dia diusir, mungkin dari sinilah kedekatan mereka berdua terjalin. Setiap pagi nino lah yang membangunkan kakekku dengan dijilatin kupingnya, kadang malah mukanya. Ada rutinitas baru kakekku, “Ngasih makan nino” plus ngelus-elus si manis ku ini. Kalau Ibuku sedang repot tidak sempat memberi makan, kakekku lah yang sabar member makan nino sambil dielus-elus punggungnya. Mungkin dari sini juga kakung jadi merasa berarti dan merasa dibutuhkan sekaligus bisa meluapkan rasa sayang yang mungkin dipendamnya untuk cucu-cucunya, Ibuku pun bilang kalau tugas kakek sekarang ngasih makan nino. Sejak saat itulah, kakek tidak pernah marah-marah lagi, tensinya pun selalu normal, sehat dan kulihat beliau bahagia bermain dengan sahabat barunya, sedangkan aku? Cuma bisa bermain dengan nino dan beliau ketika aku pulang saja, hehehe.

Senin, 24 Februari 2014

Menelanjangi Mereka Yang Teriak Jihad !






Sejauh kakiku melangkah, telah berjuta mulut penuh suara lantang, kencang meneriakkan Islam. Mereka berkoar-koar seakan mereka yang paling benar. Dan aku, seorang anak yang mulai melangkahkan kakiku ke dunia yang sebenarnya, dunia penuh topeng yang sudah basi. Teronggok di pinggiran perjuangan yang katanya membela Islam. Karena aku tak mampu seperti mereka, pengetahuanku ciut, nyaliku apalagi. Aku hanya penikmat setia khotbah mereka, pengikut yang paling percaya bahwa dien Islam adalah seperti kata mereka.

Ah persetan, semuanya berbalik kedalam dasar nuraniku. Aku seperti merasakan apa yang mereka bilang perang batin. Aku memang tak tahu betul seluk beluk Islam, tapi ketika mereka yang mengatasnamakan Islam itu berkoar dan bertindak berkebalikan, nuraniku memberontak. Hanya saja aku diam, diamku bukan tidak tahu, tapi diamku mencerna makna. Aku mencerna setiap yang mereka katakan dengan yang mereka lakukan, bullshit.

Kini aku puas menelanjangi para mulut lantang itu, aku puas menelanjangi mereka tanpa mereka ketahui. Aku buktikan pada diriku, bahwa inilah yang sebenarnya. Ini adalah dunia, dimana orang sombong menjadi kalah dengan orang licik. Aku licik bukan karena aku mau, tapi aku licik karena mereka yang membuatku. Aku belajar, dalam fase-fase kehidupan terkadang banyak orang licik berkeliaran, dan hanya dengan kelicikan pula mereka bisa dikalahkan. Dan kini sudah kubuktikan kan?

Setelah sekian lama terseok-seok berjalan, mencari kebenaran islam, akhirnya telah kutemukan. Islam ialah milik mereka yang percaya bahwa islam adalah rahmat semesta alam. Islam adalah milik alam semesta, tak peduli apapun alirannya, tak peduli siapa pun pemimpinnya. Dan umat muslim yang baik bukanlah mereka yang berkoar-koar mengatakan bahwa islammu salah, bukan mereka yang mendoktrin cara hidupmu salah, gaya berpakaianmu salah, inimu salah itumu salah. Tapi mereka yang menerapkannya terlebih dahulu dalam diri mereka seperti apa islam itu, barulah dengan lembut disampaikannya perihal perbaikan kearah yang benar kepada mereka yang masih belajar. Itulah islam, penuh kelembutan dan cinta kasih.

Aku menolak, menolak keras mereka yang memaksakan islam itu seperti ini dan seperti itu, halah omong kosong. Buntuti saja kehidupannya, apakah solatnya tepat waktu atau malas-malasan? Kalau sholatnya saja malas-malasan gimana yang lainnya? Katanya paling tahu soal jihad kok sholatnya saja seperti itu. Apa iya jihad menurut versimu bisa dipercaya le? 

Coba sodorkan wanita cantik mulus seksi untuk menggodanya, pertama mungkin ditolak mentah-mentah. Kedua ketiga, rayu terus dengan sembunyi-sembunyi, omong kosong kalau mereka tak tertarik. Atau datangkan ujian implicit pada mereka, katanya menolak pacaran tapi coba kalau ada mbak-mbak cantik mulus putih dipakein jilbab gede, omong kosong kalau ditolak. Atau mau yang lebih ekstrim lagi, mereka yang katanya tak suka pemerintahan, yang ingin mendirikan khalifah di muka bumi. Halah apalagi ini, kata-kata awalannya saja, isinya sama saja urusan politik, membaiat pemimpinnya sebagai pemimpin. Lantas kami orang-orang islam yang katanya islam-islam an ini suruh milih pemimpin situ buat jadi presiden kami? Jika tidak sepaham lalu di boikot? Lha kok le kepenak temen le omonganmu?

Katanya islam itu berbasis musyawarah, kok isinya kaya gini? Berarti bukan islamnya yang salah, tapi aliranmu le. Islam itu bukan cuma milikmu, bukan cuma milik bapakmu, mbahmu, tapi juga miliku, milik bapakku dan milik simbahku, dadi ojo sok ngaku-ngaku. Dari pengalamanku, dari pengalaman teman-temanku maupun dari pengalaman mereka-mereka yang sudi bercerita. Telah kudapatkan kesimpulan, kulit tidak menjamin isinya. Kulitnya pakai gamis jubah kaya pangeran arab pun kan kita belum tahu isi kepalanya. Anak petinggi agama, anak kiai anak ustadz pun kan cuma anaknya, numpang nama sama bapaknya. Yang garang yang lantang berkoar soal jihad, sok ngajak debat untuk membuktikan islamnya paling benar atau apalah, belum tentu mereka tahu betul yang diomongkan. Logikanya, islam itu lembut dan penuh kasih. Kalau ada yang kasar dan omongannya sensitive menyakiti orang? Silahkan simpulkan sendiri.

Jagalah mulutmu, jagalah kata-katamu. Jangan salahkan orang lain merasa sakit atas kata-katamu, sakit tak akan muncul jika kata-katamu tak sensitif. Tak akan ada asap jika tak ada api, meskipun kamu bilang itu masalah penafsiran, jika itu alasanmu, kenapa tidak kata-kata lain yang lebih baik yang kamu keluarkan. Saudaraku di seluruh dunia yang kucintai dan kusayangi, janganlah kalian gampang tertarik pada sebuah kelompok islam yang mengatakan islamnya paling benar, apalagi yang ekstrim bilang islam lain salah, menyalahkan kebiasaan islam lain, dan berniat mendirikan islam sendiri sampai-sampai yang keluar harus diboikot. Jangan sampai ikut-ikutan yang seperti itu. Wis to, rausah melu-melu sik koyo ngono iku. Lakukan islam semampu kalian meraihnya, Allah tidak akan menghisab panjenengan atas apa yang panjenengan tidak tahu. Ndak usah ikut-ikutan yang aneh-aneh. Jadikan Al Quran dan As Sunah sebagai pegangan, tentunya dengan penafsiran yang benar, bukan ditafsirin sak karepe panjenengan atau kelompok panjenengan piyambak. Kalau tidak tahu, silahkan bertanya ke berbagai ustadz, kiai atau guru dimanapun. Semakin banyak belajar akan semakin membuat panejenengan akhirnya tahu seperti apa yang benar dan seharusnya.

Salam.






gambar :waspada.co.id

Kamis, 20 Februari 2014

Ketika Agama dan Moral Raib Entah Kemana




Ayupria S

Ini adalah sebuah kisah, kisah nyata, dimana kita bisa memulai membuka mata untuk melihat realita di sekeliling kita. Realita yang bukan hanya sekedar ada di sinetron. Tapi Sinetron lah yang meniru, yang mengabadikannya kedalam alur sebuah cerita yang dibumbui sejumput kisah pemanis diatasnya.

Ketika kita mulai beranjak dewasa, diantara masa peralihan dari menuntut pendidikan, mencari jati diri dengan kenyataan hidup yang ada. Nyatanya, teori yang kita pelajari di sekolah selama bertahun-tahun, berbeda jauh dengan praktiknya. Apalagi teori kewarganeraan, PPKN, PMP. Halah apa sih itu, ternyata semua Cuma karangan belaka. Padahal dulu kita selalu siang malam sampai mampus menghafal untuk ujian. Nilai delapan sudah lumayan, nilai enam kebangetan. Tapi toh nyatanya yang pernah meraih nilai sepuluh belum tentu lebih baik praktiknya dengan yang nilai enam kan? Padahal dulu kita sibuk dicaci maki sana sini kalau sampai kewarganegaraan dapat enam. Sekarang, rasanya saya pengin sekali ganti mencaci yang mendapat nilai sepuluh tapi perilakunya sama sekali mendapat dua saja masih terlalu bagus.

Nah kembali ke awal cerita. Berhubung saya adalah seorang blogger, maka mulut saya ya Cuma ada disini. Cuat cuit, berkoar-koar ba bi bu, ya Cuma disini, masuk Koran kan ngga mungkin banget. Disini saya ingin bercerita tentang bobroknya birokrasi di sebuah desa. Desa terpencil yang mungkin dip eta saja tidak ada. Sebut saja itu adalah desa “N”.

Desa N merupakan desa dengan lahan pertanian yang sangat luas. Saking luasnya, luas wilayah yang ditempati penduduk dengan luas sawahnya lebih luasan sawahnya. Namun, sayangnya petani disini banyak yang kurang memaksimalkan lahan sehingga hasil yang didapatkan juga pas-pas an. Menjadi buruh di desa ini adalah suatu kehormatan, mungkin. Mereka seringkali jual mahal ketika permintaan terhadap tenaga mereka melonjak. Memasang tarif sangat tinggi, hingga mengerjakan asal-asalan. Pernah suatu ketika ibu saya kekurangan tenaga untuk menggarap sawahnya, dicarilah para tenaga itu, pertama OK, sehari sebelum hari H tiba-tiba membatalkan secara sepihak karena ada tetangga yang berani bayar dua hingga tiga kali lipat, kampret. Akhirnya sejak saat itu, ibu saya lebih suka memakai tenaga buruh tetangga desa untuk  membantu menyelesaikan pekerjaan. Akan tetapi, masih ada juga segelintir buruh yang memang jujur dan dapat dipercaya, serta memasang tariff yang wajar. Buruh seperti ini biasanya sudah di booking jauh-jauh hari oleh para pemilik lahan.

Kedua, keamanan di desa ini mungkin bisa dibilang kacau. Hukum tidak terlalu berpengaruh kuat. Nyatanya tetangga saya banyak yang mencuri tanah, mengganggu ketenangan dengan melempari batu sampai menembak burung sesuka hati diatas rumah orang. Yang paling oke punya adalah perjudiannya. Sudah jangan ditanya lagi, dari mulai adu ayam, adu burung hingga adu apalagi ya? Ah asal jangan adu istri saja. Kepala desa bukannya tidak tahu, tapi justru ikut bergabung dengan perjudian ini, ada polisi tinggal diajak kompromi, selesai. Bukannya masalah pendidikan yang menjadi hambatan si kepala desa, kalau dipikir si kepala desa ini berasal dari keluarga orang cukup terpandang di desa ini, kuliah lagi. Menurut berita yang beredar, kabar burung lah ceritanya, kemenangan si kepala desa ini didapat dari kecurangan. Jadi pada saat pagi hari para pemilih hendak mencoblos calon lurah, para calon ini telah menyiapkan mobil untuk menjemput para pemilih. Dan..saat di dalam mobil itulah mereka diberi uang dengan disumpah untuk memilih si A, B atau C misalnya. Calon lain sudah member uang beberapa hari yang lalu, tapi yang member paling banyak dan paling terakhirlah yang menang bukan? Licik atau pintar? Apalagi dengan latar belakang masyarakat yang mata duitan. Maklum lah, keterbatasan pendidikan, kurangnya pengetahuan tentang pemilu yang adil hingga latar belakang ekonomi menjadi penyebabnya, plus miskin pengetahuan agama.

Persoalan ketiga yang ingin saya soroti adalah agama. Agama di desa ini sudah mulai berangsur membaik setelah sekian lama “nyenyet”. Masjid sudah mulai ramai, meskipun adzan kadang terdengar kadang tidak. Majelis taklim yang diadakan atas inisiatif ulama setempat juga paling banter didatangi sepuluh orang, selebihnya paling cuma beberapa. Itu juga paling-paling pengurus masjidnya. Saya acungi jempol empat buat pak ustadz yang rela jauh-jauh datang berdakwah di desa suram ini, meskipun terkadang yang datang Cuma beberapa. Saya tahu beliau pasti kecewa, tapi kegigihannya juga patut diapresiasi kan.

Saya dulu pernah merasa frustasi, selepas pendidikan saya, bukankah seharusnya seperti teori begini begitu. Kok ini justru melenceng jauh? Apakah mereka tidak tahu atau memang aturan dibuat untuk dilanggar. Katanya mencuri itu dosa, tapi kok mangga pisang di sebelah rumah hilang terus. Katanya judi itu dilarang, kok lurahnya saja ikut. Katanya jangan pandang orang dari luarnya, tapi kok tetanggaku yang kumal dan miskin tidak dihormati, kok mereka dianggap sebelah mata. Bahkan jika ada yang jelek sedikit, begitu banyak yang mencaci dan menghujat, seakan itu memang pantas disandang si kumal dan miskin. Sedangkan temanku yang satu lagi, keluarganya cukup berada, sering memfitnah orang, melabrak orang, ganjennya amit-amit justru dipandang baik. Padahal hampir nama orang sekampung pernah diceritakan keburukannya, bahkan yang detail sekalipun. Bigos mungkin lebih cocoknya ya?

Perilaku suami terhadap istri juga bisa dibilang tidak layak, menurut saya. Mayoritas wanita disini bekerja sebagai TKW ke luar negeri. Mengadu nasib dan peruntungan di negeri orang untuk mencari sesuap nasi. Sayangnya, perjuangan mereka tidak mendapatkan ganjaran yang setimpal. Disaat para istri berjuang, sang suami dengan nyamannya malas-malasan, bersantai, merokok, berjudi bahkan sampai main perempuan. Anak-anak terlantar, hanya diasuh sang kakek atau nenek, itupun jika mereka masih ada. Selebihnya mereka hanya diberi uang uang dan uang serta sebuah motor untuk ugal-ugalan. Membolos sekolah sudah biasa, merokok usia dini menjadi hal wajar, kongkow dengan para preman menjadi rutinitas. Tidak ada itu jam belajar, hanya sedikit orang tua yang benar-benar peduli dengan pendidikan maupun gizi sang anak.

Saya sendiri, bukannya saya merasa paling benar. Saya pun banyak kekurangan. Saya merasa tidak baik, dan akan menjadi sangat tidak baik jika tetap berada di tempat itu. Itulah alasannya kenapa saya tidak betah hidup di tempat itu. Saya merasa akan lebih baik meninggalkan desa itu, dan saya tidak akan kembali menetap sebelum saya memiliki kemampuan untuk merubah perilaku mereka semua. Saya bercita-cita menjadi diplomat, supaya dapat membantu saudara-saudara perempuan saya yang berjuang di luar negeri sana. Selain itu, saya pun ingin menjadi seorang ustadzah sehingga dapat memberi pencerahan kepada warga desa N ini. Supaya mereka sadar apa yang telah mereka lakukan sudah jauh melenceng dan berharap mereka semua kembali ke jalan yang benar. Membuat desa N asri kembali dengan lingkungan yang agamis serta penuh toleransi. Amin